Budaya Permainan Sabung Ayam Tajen di Bali

Sabung-Ayam-Tajen-Bali

Sejarah Permainan Sabung Ayam Tajen (Tabuh Rah) di Pulau Dewata Bali

Bali merupakan salah satu pulau yang terletak di bagian timur Indonesia, Bali terkenal akan dengan tempat wisata pantainya. Selain tempat wisata yang menakjubkan Bali juga mempunya tradisi yang unik yakni mengadu ayam atau dengan kata lain sabung ayam (tajen). Sabung ayam atau tajen di pulau dewata Bali adalah tradisi adat masyarakat turun temurun dikepulauan Bali yang sudah dikenal diseluruh wilayah Bali bahkan hingga mancanegara.

Tajen Bali merupakan bentuk simbolis dalam upacara adat Bali atau yang dikenal sebagai Tabuh Rah, selain sebagai acara keagamaan, Tajen Bali merupakan salah satu hiburan bagi masyaratkat setempat. Sebenarnya Tajen Bali sangat berbeda sengan Sabung Ayam biasa, karena Sabung Ayam memiliki maksud hanya untuk hiburan dan perjudian semata saja. Sedangkan Tajen Bali merupakan salah satu kegiataan keagamaan yang bernama Tabuh Rah.

Kata Tabuh Rah bearti meneteskan darah ke bumi yang merupakan salah satu bagian ritual bhuta yadnya sebagai salah satu simbol agar bhuta (pengaruh negatif) tidak menggangu dan manusia bisa terhindar dari marabahaya. Tajen di masa lalu dilakukan untuk memenuhi fungsi yadnya berupa Tabuh Rah, Antara lain Tajen Nyuh dan Tajen Taluh. Kedua jenis Tajen ini dilakukan setelah tarian kincang-kincung, berupa tarian yang mengunakan sarana tombak dan keris pada menjelang upacara piodalan selesai.

Baca Juga: Ayam Filipina Ditakuti di Arena Sabung Ayam Taji

Di Indonesia hanya pulau Bali yang mendapatkan izin dari pemerintah untuk diperbolehkan melakukan sabung ayam karena hal ini merupakan salah satu adat budaya dan sekaligus ritual keagamaan masyarakat di Bali. Permainan Sabung Ayam sudah ada sejak jaman majapahit. Konon katanya Sabung Ayam lekat dengan tradisi Tabuh Rah yaitu salah satu ucapara adat masyarakat Hindu di Bali. Sabung Ayam di pulau Bali sudah melekat dan susah untuk ditinggalkan terutama bagi kaum lelaki di Bali.

Pada tahun 1981 pemerintah melarang permainan sabung ayam di bali dikarenakan adanya praktek perjudian. Oleh karena kebijakan tersebut masyarakat Bali melakukan acara tersebut secara sembunyi-sembunyi. Namum sekarang sabung ayam di desa-desa Bali memiliki tatacara tersendiri.

Dalam acara sabung ayam atau tajen hanya merupakan salah satu acara semata, bukan untuk menang atau kalah. Sebelum acara permainan sabung ayam dimulai kepala desa adat terlebih dahulu mengadakan upacara kepada Dewa Tajen setempat agar tidak terjadi perselihan selama acara berlangsung. Dan permainan ini menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan dari mancanegara. Tradisi permainan Sabung Ayam Tajen merupakan tradisi kuno yang ada di Bali. Permainan ini di pentaskan dalam berbagai acara seperti acara keagamaan dan sebagai persembahan kepada para Dewa.

One thought on “Budaya Permainan Sabung Ayam Tajen di Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *